Senin, 11 Oktober 2010

PROFESI, PROFESIONAL, dan PROFESIONALISME


Profesi ialah pekerjaan atau jabatan yang dipegang oleh seseorang, tapi tidak semua pekerjaan atau jabatan bisa di sebut profesi karena profesi menuntut kepada keahlian seseorang. Suatu pekerjaan atau jabatan yang di sebut profesi tidak dapat di pegang oleh sembarang orang, tetapi juga memerlukan suatu pengembangan khusus melalui pendidikan dan pelatihan. Profesi menuntut sesorang untuk melakukan pendidikan telebih dahulu, profesi juga memiliki aturan dan waktu khusus, serta adanya organisasi didalamnya.
Seseorang yang sudah memiliki profesi tertentu dalam keahliannya yang telah menunjukan kinerjanya sesuai dengan profesinya disebut profesional, yang telah diakui secara formal maupun informal. Seorang profesional akan memiliki customer sesuai dengan keadaan lingkungan, teknologi, dan budaya.
Seseorang yang memiliki tingkah laku, keahlian dan kualitas yang professional, mempunyai komitmen untuk mewujudkan dan meningkatkan kualitas profesionalnya secara terus menerus disebut profesionalisme. Ciri-ciri profesionalisme, yaitu:
1. Profesionalisme menghendaki sifat mengejar kesempurnaan hasil (perfect result), sehingga kita di tuntut untuk selalu mencari peningkatan mutu.
2. Profesionalisme memerlukan kesungguhan dan ketelitian kerja yang hanya dapat diperoleh melalui pengalaman dan kebiasaan.
3. Profesionalisme menuntut ketekunan dan ketabahan, yaitu sifat tidak mudah puas atau putus asa sampai hasil tercapai.
4. Profesionalisme memerlukan integritas tinggi yang tidak tergoyahkan oleh “keadaan terpaksa” atau godaan iman seperti harta dan kenikmatan hidup.
5. Profesionalisme memerlukan adanya kebulatan fikiran dan perbuatan, sehingga terjaga efektivitas kerja yang tinggi.
Seseorang dikatakan professional apabila dia mampu meningkatkan kepuasan custumernya, dan dapat melayanai dengan baik customernya.
Minggu, 03 Oktober 2010

Pendidikan Untuk Anak Cerdas+Berbakat Istimewa CI+BI

Anak CI+BI atau anak gifted ialah anak berbakat dan memiliki kemampuan diatas rata-rata, yang memiliki kemampuan bawaan berupa potensi yang memerlukan pengembangan dan pelatihan secara serius dan sistematis. Kemampuan anak gifted dipengaruhi oleh dua unsur, yaitu yang pertama unsure genetic yang berupa intelegensi atau IQ, yang kedua yaitu dari lingkungan berupa kreativitas, task komitmen, dan motivasi.
Anak gifted mempunyai ciri, diantaranya ialah kemampuan yang mereka miliki diatas rata-rata, memiliki komitmen terhadap tugas yang sangat tinggi, memiliki orientasi dan tanggung jawab yang jelas terhadap tugas yang di berikan, menunjukkan rasa ingin tahu yang tinggi terhadap banyak hal, menyelesaikan masalah dengan cara yang unik atau tidak biasa, memiliki ingatan yang bagus, menunjukkan imajinasi yang orisinil, merupakan anak yang dapat belajar dengan cepat, dan bekerja secara mandiri dan berinisiatif. Anak gifted sering kali dianggap anak nakal dan susah diatur, anak gifted juga dianggap homogen dan high normal, dan inklusi kehidupan yang diberikan harus sesuai hati. Namun orang tua maupun guru sekolah tidak dapat mengenali potensi anak gifted, sehingga potensi mereka terabaikan.
Kondisi pendidikan untuk anak CI+BI  di Indonesia belum begitu diperhatikan, sehingga belum ada lembaga pendidikan khusus untuk anak gifted, belum adanya kurikulum khusus untuk pendidikan anak gifted, tidak ada program penyiapan guru, pembelajaran hanya berfokus pada daya serap materi, mandapat subsidi dari pemerintah dengan sangat terbatas, dan terjadi fenomena brain aliran anak CI+BI yang sudah dididik khusus secara optimal malah dibajak.
Proses pendidikan yang harus diterapkan kepada anak gifted, yaitu mengembangkan potensi siswa secara utuh dan optimal, dengan proses, penggunaan ranah kognitif tingkat tinggi, tugas yang bersifat divergen, pembelajaran atau hal yang memungkinkan adanya penemuan-penemuan, melibatka interaksi kelompok, dan memiliki variasi pembelajaran sesuai siswa. Harus disediakan pula lingkungan kelas yang sesuai, dan membutuhkan tenaga pendidik khusus yang bisa saling mempengaruhi dan dapat berbagi tanggung jawab, dan dapat membangun kebesaran melalui sikap rendah hati dan professional. Jika layanan pendidikan tidak diberikan dengan tepat, maka akan mengakibatkan stres akademik dan undera chiever. Dalam hal mengembangkan kemampuan untuk anak gifted peran orang tuapun sangat penting, diharapkan kepada orang tua yang memiliki anak gifted agar lebih memperhatikan lagi perkembangan potensi-potensi mereka.

About Me

Foto Saya
Yulianingsih
Lihat profil lengkapku

Pengikut

Free counters!

Coretan Bermakna